Senin, 31 Oktober 2016

Data Pendanaan Proyek


1.   Biaya pembuatan proyek Catu Daya

Catu Daya atau sering disebut dengan Power Supply adalah sebuah piranti yang berguna sebagai sumber listrik untuk piranti lain. Pada dasarnya Catu Daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa Catu Daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain



komponen yang dipakai :


1.      Kabel timah ( diameter 0,08 mm ) 1 meter
2.      Papan PCB polos ( 10 cm x 20 cm ) 1  buah
3.      Trafo CT
4.      Diode bridge 3 buah
5.      Resistor 0,1 ohm 3 buah
6.      Resistor 100 ohm 3 buah
7.      Resistor 270 ohm 4 buah
8.      Resistor 560 ohm 2 buah
9.      Potensio 5K ohm 2 buah
10.    Capasitor 4700 mikrofarad 6 buah
11.    Led merah 4 buah
12.    Fuse 7 buah
13.    IC Regulator 7805,7905,7912,7812,317, dan 337
14.    Transistor 2995 3 buah

15.    Saklar

16.    Axrilik

17.    mur dan baud
adapun daftar harga komponen-komponen di atas adalah sebagai berikut :


No
Nama komponen
Jumlah
Harga komponen 
Jumlah total
1
Kabel timah
2
Rp.1.500,00 /m
Rp.3.000,00
2
Papan PCB polos ( 10cm x 20 cm )
1
Rp.5.000,00
Rp.5.000,00
3
Trafo ct 
1
Rp.145.000,00
Rp.145.000,00
4
Diode bridge 3 buah
3
Rp.5.000,00
Rp.15.000,00
5
Resistor 0,1 ohm 3 buah
3
Rp.200,00
Rp.600,00
6
Resistor 100 ohm 3 buah
3
Rp.100,00
Rp.300,00
7
Resistor 270 ohm 4 buah
4
Rp.300,00
Rp.1.200,00
8
Resistor 560 ohm 
2
Rp.100,00
Rp.200,00
9
Potensio 5K ohm 2 buah 
2
Rp.4.000,00
Rp.8.000,00
10
Capasitor 4700 mikrofarad 6 buah
6
Rp.5.500,00
Rp.33.000,00
11
LED merah 4 buah
4
Rp.900,00
Rp.3.600,00
12
Fuse 7 buah
7
Rp.500,00
Rp.3.500,00
13
IC Regulator 7805,7905 
2
Rp.2.500,00
Rp.5.000,00
14
IC Regulator 7812,7912
2
Rp.2.500,00
Rp.5.000,00
15
IC Regulator 317
1
Rp.2.100,00
Rp.2.100,00
16
IC Regulator 337
1
Rp.2.100,00
Rp.2.100,00
17
Transistor 2995 3 buah
3
Rp.10.000,00
Rp.30.000,00
18
Saklar
1
Rp.3000,00
Rp.3.000,00
19
Axrilix
0.5
Rp.130.000,00/m2
Rp.65.000,00
20
Mur dan Baud
12
Rp.500,00
Rp.6.000,00

Jumlah total biaya 

Rp.336.600,00



adapu rangkainnya yaitu :





Kemudian untuk biaya total yang tadi belum termasuk komponen-komponen yang rusak pada saat pembuatan,untuk perkiraan total biaya bersih  = +- Rp.400.000,00. Kemudian di bandingkan dengan harga pasaran catu daya yang sudah jadi yaitu sekitar > Rp.600.000,00.

Jadi di bandingkan dengan catu daya yang sudah jadi proyek catu daya kita harganya lebih murah.

Sedangkan keunggulannya  adalah:

1. Ringan

2. tingkat akurasi dan effisiensi yang tinggi sekitar ± 90 %

3. Rancangan bekerja dengan baik pada suhu ideal sekitar 20˚C

4. Alat dan bahan mudah di cari

5. design lebih kecil dan bagus

2. Biaya Pembuatan Mobil Remote Control dengan Arduino dan Bluetooth HC-05

Mobil Remote Control dengan Arduino & Bluetooth RC kendali Via Android adalah sebuah robot yang dapat mengikuti perintah layaknya mobil remote control yang biasa, bedanya robot ini memakai bluetooth sebagai sarana komunikasi dengan android . Aplikasi yang dipakai adalah Arduino Bluetooth RC Car yang dapat diunduh secara gratis pada playstore. Modul bluetooth pada RC ini menggunakan HC-05,  driver motornyah L298N, dan Arduino Uno sebagai kontroller utama.

Bluetooth HC-05 adalah sebuah perangkat komunikasi wireless yang berbasiskan sinyal bluetooth. Standar nama bluetooth adalah HC-05 sedangkan password standar yang digunakan adalah 1234.Bluetooth ini akan kita gunakan sebagai Slave atau penerima, sedangkan Master(pengirim) akan menggunakan Smartphone Android. Bluetooth HC-05 menggunakan komunikasi serial, untuk mengakses Bluetooth pada tutorial ini kita akan menggunakan library  SoftwareSerial.

Adapun komponen yang di butuhkan adalah :

No
Nama Komponen
Jumlah
Harga Satuan
Harga Total
1
Arduino Uno
1
Rp. 75.000,00
Rp. 75.000,00
2
HC-05 Bluetooth
1
Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00
3
L298N Driver Motor
1
Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00
4
Sasis Kit 2WD
1
Rp. 160.000,00
Rp. 160.000,00
5
Spacer 3cm
2
Rp. 2.000,00
Rp. 4.000,00
6
Kabel Jumper Male-Female pc
1
Rp. 35.000,00
Rp. 35.000,00
7
Mur baut 3mm
10
Rp. 500,00
Rp. 5.000,00
8
Jack DC Male
1
Rp. 2000,00
Rp. 2.000,00
9
Battery clips
1
Rp. 3000,00
Rp. 3.000,00
10
Battery alkalin sedang
2
Rp. 11.000,00
Rp. 22.000,00
11
Saklar
1
Rp. 3.000,00
Rp. 3.000,00
12
Motor DC Gearbox Kuning 6V 200 Rpm
2
Rp. 25.000,00
Rp. 50.000,00

Jumlah


Rp.429.000,00

berikut adalah cara perakitannya :

Biaya pembuatan Automatic Roof

Komponen yang dipakai :

1.      IC AT89C51
2.      IC LM324        
3.      IC L293D
4.      Xtal 12 MHz
5.      Capasitor non polar 33 pF
6.      Capasitor polar 10 mikro farad
7.      Kabel pelangi
8.      LDR( light dependent resistor ) 1 buah
9.      Micro switch 2 buah
10.  Trimpot = 50K
11.  Resistor = 10K ohm
12.  Sensor air
13.  Tulang ikan dan black housing
14.  Motor DC 12 V / motor gearbox

Biaya proyek :


N0
Nama komponen 
Jumlah
Harga komponen
Total harga
 1
IC AT89C51
   1
Rp 11.000,00
Rp 11.000,00
 2
IC LM324
   1
Rp 3.000,00
Rp 3.000,00
 3
IC L239D
   1
Rp 8.000,00
Rp 8.000,00
 4
Xtal 12 MHz
   1
Rp 2.000,00
Rp 2.000,00
 5
Capsitor non polar 33 pF
   1
Rp 500,00
Rp 500,00
 6
Capasitor polar 10 mikrofarad
   1
Rp 1.000,00
Rp 1.000,00
 7
Kabel pelangi 
   1
Rp 10.000,00
Rp 10.000,00
 8
LDR(light dependent of light)
   1
Rp 2.000,00
Rp 2.000,00
 9
Micro switch 2 buah
   2
Rp 4.500,00
Rp 9.000,00
 10
Trimpot 50K
   1
Rp 500,00
Rp 500,00
 11
Resistor 10K ohm
   1
Rp 100,00
Rp 100,00
12
Sensor air
   1
Rp 21.000,00
Rp 21.000,00
13
Tulang ikan dan black housing
   1
Rp 2.600
Rp 2.600
14
Motor DC 12V
   1
Rp 25.000,00
Rp 25.000,00

Jumlah harga komponen

Rp 105.700,00
Rp 105.700,00
Rangkaian proyek automatic roof


Automatic Roof ini merupakan salah satu teknologi yang canggih tetapi merupakan sebuah alat sederhana. Yaitu suatu alat yang dirangkai dari komponen– komponen seperti Resistor, Kapasitor, IC, LDR, dan Minsys. Yang semuanya merupakan dari jenis komponen elektronika yang sangat sederhana, banyak dan mudah didapat. Rangkaian Automatic Roof merupakan rangkaian elektronik yang mempunyai kemampuan mendeteksi suatu cahaya dan air hujan, fungsinya untuk alat pemberitahuan sederhana. Dan dalam penyajian bentuk yang cukup mudah di mengerti oleh semua pengguna, karena untuk mengoperasikan alat ini juga cukup mudah dioperasikan.

Keunggulan :
1.      Responnya cepat
2.      Tidak terlalu memerlukan biaya yang mahal
3.      Rangkaian cukup rapi
4.      Rangkaian motor penggerak yang dapat tahan lama

Senin, 03 Oktober 2016

ALIRAN UANG (CASH FLOW) DAN PENYUSUNANNYA
LATAR BELAKANG MASALAH
Cash flow atau dalam bahasa indonesia yang bisa disebut dengan Aliran Kas . Mungkin bagi teman-teman yang pernah mempelajari di Jurusan Akutansi atau yang pernah menjalani aktivitas sebagai Kewirausahaan pasti saja pernah mendengar kata-kata cash flow ini, Cash Flow ini bisa disebut juga dengan laporan keuangan/aliran kas sangat berguna bagi siapa saja yang ingin membuka usaha, agar proses keuangan dalam suatu usaha tersebut dapat terorganisir dan terkoordinir dengan baik, dan agar pimpinan suatu bidang tidak bisa dibohongi dengan pegawai-pegawainya, maka sangat penting dibuatnya Cash Flow.
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan/investasikan.
Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya.Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
PENGERTIAN CASH FLOW
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
2.      fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok :
1.      Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb.Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
2.      Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi.Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
3.      Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
ü  Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang  bersifat tunai.
ü  Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
ü  Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya
KEGUNAAN CASH FLOW
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
§  Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
§  Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
§  Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
§  Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya..
Langkah-Langkah Penyusunan
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
ü  Menentukan minimum kas
ü  Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
ü  Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
ü  Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
METODE CASH FLOW
1.      Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional)
Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan biaya overhead pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.
2.      Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan)
Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.
Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi), pencatatannya dalam perioda bulanan atau bahkan tahunan, bukan harian.
3.      Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi)
Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi.
Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian, maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.
Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang.Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: Piutang dan Hutang.

PENYUSUNAN ALIRAN CASH FLOW
Kemampuan untuk mendapatkan keuntungan (profitabilitas) suatu kegitan usaha ditentukan oleh aliran dana (cash flow) yang dapat dihasilkan kegiatan tersebut. Sedangkan profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran dananya. Aliran dana itu sendiri menyatakan jumlah serta saat diterimanya pemasukan tunai (cash income) dan jumlah serta saat dikeluarkaanya biaya tunai (cash cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha.
Aliran dana disusun dengan mempertimbangkan semua elemen pemasukan tunai (cash income) dan semua elemen biaya tunai (cast cost) pada setiap periode selama umur investasi tersebut. Biaya tunai yang dimaksud adalah meliputi semua transaksi baik berupa biaya yang dikeluarkan secara tunai maupun pengeluaran tunai dalam bentuk investasi (meningkatkan aktiva). Pengertian ini diperlukan untuk membedakaanya dengan biaya non-cash (book cost). Yang tidak mempengaruhi nilai tunai dan aktiva perusahaan.sedangkan pemasukan tunai adalah semua pendapatan yang dihasilkan dan dikumpulkan secara tunai atau pendapatan yang meningkatkan rekening tagihan (account receivable).
Dalam menyusun Cash Flow, ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu: Cash Flow disusun dengan basis tunai (Cash Basis).

Hal ini berbeda dengan penyusunan Laporan Keuangan yang umumnya menggunakan Accrual Basis. Pada Cash Basis:
Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan.
Biaya-biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul.
Sedangkan pada Accrual Basis, pendapatan dan biaya diakui pada saat kejadian, dan hal tersebut belum tentu sama dengan waktu terjadi perpindahan uang tunai
Contoh Soal:
WAHID memiliki sistem penjualan dan pembelian yang dilakukan secara tunai. Income Statement per akhir tahun adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih                                 :           Rp. 1.000
Harga Pokok Penjualan                       :           Rp.    800 (-)
Laba Kotor                                          :           Rp.    200
Biaya Operasional
–       Gaji/Bonus      : Rp. 50
–       Lain-lain          : Rp. 40
–       Depresiasi        : Rp. 20 (+)
Rp.    110 (-)
Laba Bersih Operasional                                Rp.      90
Pajak Penghasilan 30 %                                  Rp.      30 (-)
Laba Bersih Setelah Pajak                              Rp.      60

Dalam perhitungan Cash Flow, kita tidak memperhitungkan biaya depresiasi sebagai biaya karena depresiasi merupakan biaya non-kas. Dengan demikian, dari perhitungan Rugi/Laba diatas, Cash Flow yang sebenarnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih                 : Rp.   60
Depresiasi                    : Rp.   40 (+)
Cash flow                    : Rp  100
Cash Flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun, per bulan, bahkan per hari. Tentu saja semakin pendek interval yang dipakai, hasil penyusunan akan memiliki ketepatan yang lebih tinggi. Untuk Bank, umumnya kita menggunakan interval bulanan atau tahunan.
CONTOH SOAL DIAGRAM CASH FLOW
1 Sebuah perusahaan meminjam $1.000 selama delapan tahun. Berapa banyak yang harus dibayarkan kembali dalam jumlah sekaligus pada akhir tahun kedelapan ?
Jawab :
F = P(F/P,10%,8)
= $1.000(2,1436
= $2.143,60
2.Pak Bena setiap tahun menabung di Bank AR selama 5 tahun dan pada setiap kali menabung ia menyetorkan $1.000. Suku bunga tabungan adalah 15%. Berapa jumlah tabungannya pada awal tahun ke-6 ?
jawab

PENUTUP
Cash Flow ini bisa disebut juga dengan laporan keuangan/aliran kas sangat berguna bagi siapa saja yang ingin membuka usaha, agar proses keuangan dalam suatu usaha tersebut dapat terorganisir dan terkoordinir dengan baik, dan agar pimpinan suatu bidang tidak bisa dibohongi dengan pegawai-pegawainya, maka sangat penting dibuatnya Cash Flow

TRANSFORMASI KARAKTERISTIK ALTERNATIF PROYEK KEDALAM DIMENSI MONETER

     Definisi dan lingkup ekonomi teknik; Proses pengambilan keputusan dan evaluasi keputusan; Pengertian cash flow dan penyusunannya; Transformasi karakteristik berbagai alternatif proyek kedalam dimensi moneter; Konsep nilai waktu dari uang dan ekivalensi uang; Perumusan bunga dan contoh penggunaanya untuk berbagai variasi cash flow
       Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan NPV yang megedepankan analisis kelayakan finansial tentu akan menolak proyek investasi dengan nilai cash flow bersih yang lebih kecil dari modal karena pihak investor akan mengalami kerugian. Akan teapi dalam prinsip Islam, investasi seharusnya tidak dengan menentukan keuntungan dimuka, tetapi dilakukan melalui bagi hasil baik dalam keadaan untuk maupun situasu rugi. Prinsip ini lebih menjunjung keadilan,karena hasil akhir suatu kegiatan bisnis sebenarnya tidaklah pasti. Bila penetuan keuntungan dimuka, maka kemungkinan besar salah satu pihak akan mengalami kerugian,sedangkan islam menghendaki dilakukanya perhitungan bagi hasil secara adil dengan melibatkan penyedia dana maupun pelaku aktivitas usaha. Disamping itu penilaian keberhasilan suatu usaha tidak saja ditentukan oleh peningkatan prestasi ekonomi dan finansial saja. Akan tetapi keberhasilan itu harus diukur pula melalui tolak ukur moralias dan nilai etika denga landasan nilai sosial dan agama. Dalam islam, semua ketentuan hukum dan norma telah diatur oleh Al-Qur'an dan hadist yang mejadi pedoman dalam bermuamalah. Dari kedua sumber tersebut terbentuklah pilar yang menjadi landasan normatif ketika investasi. Setidakya ada empat landasan etika yaitu landasan tauhid,keadilan dan keseimbangan,kehendak bebas dan pertanggung jawaban. Walaupun masing-masing mempunyai penjabaran yang beragam akan tetapi saat ini telah dijadikan konsensus sebagai makna bagi perspektif aktivitas sosial ekonomi masyarakat muslim salah satunya adalah etika investasi. Melalui aktivitas ekonomi,manusia dapat megumpulkan harta sebanyak mungkin,akan tetapi kesemuanya itu tetap dalam batas yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu keimanan memegang peranan pening dalam ekonomi islam karena keimanan akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk sikap,perilaku dan kepribadian manusia. Islam membolehkan untuk memperkaya diri, meskipun demikian islam menentukan pula bagaimana cara yang baik untuk memilikinya. Islam juga mengizinkan individu untuk mengelola kekayaan yang menjadi miliknya, akan tetapi islam telah menentukan cara mengelolanya dengan baik sehingga terjadi sirkulasi kekayaan pada semua anggota masyarakat dan mencegah terjadinya konsentrasi ekonomi hanya pada segelintir orang.

 DAFTAR PUSTAKA